CahBojonegoro

Rawe Rawe Rantas, Malang Malang Putung

Bank Mandiri, Akankah kami masih bisa percaya padamu ?

with 7 comments

Berikut ini surat pembaca yang saya kirimkan ke berbagai media tentang Kekecewaan saya terhadap Bank Mandiri yang dengan sepihak melakukan blokir tanpa pemberitahuan sama sekali kepada Nasabah.

****************************

Bulan November lalu, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan Bank Indonesia NOMOR: 10/ 28 /PBI/2008 tentang Pembelian Valuta Asing Terhadap Rupiah Kepada Bank.
( http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/38C46901-D5AD-43CD-9B84-5EF9C1C7C970/14995/pbi_102808r.pdf )
Sebagaimana dijelaskan dalam pasal 2 PBI tersebut ,  pembelian Valuta Asing terhadap Rupiah per bulan per nasabah dibatasi maksimum sebesar USD 100.000 atau ekivalennya. Pembelian Valuta Asing diatas jumlah tersebut diatas hanya dapat dilakukan dengan underlying. Mengenai dokumen apa saja yang harus disertakan untuk transaksi pembelian diatas USD 100.000 dijelaskan lebih lanjut di pasal 3.

yang ingin saya garis bawahi disini adalah :
1.  PBI ini mengatur tentang “PEMBELIAN valuta asing terhadap rupiah”
2. PBI ini “MEMBATASI” bukan “MELARANG/MEMBLOKIR” pembelian valuta asing terhadap rupiah.

Berikut ini salah satu contoh penerapan PBI tersebut oleh HSBC indonesia.
http://www.hsbc.co.id/1/2/miscellaneous_en_US/fx-regulation
disebutkan dengan jelas disitu bahwa yang dibatasi adalah pembelian Valuta Asing terhadap Rupiah.

Sekali lagi kata kuncinya disini adalah “Pembelian” dan “Valuta Asing Terhadap rupiah” , Bukan sebaliknya.

Kemudian yang saya alami terhadap rekening saya di Bank Mandiri sangat mengecewakan saya. Saya mempunyai dua buah rekening atas nama saya , satu rekening USD dan satu lagi IDR.
Sejak dua minggu yang lalu , saya coba transfer dari rekening USD saya ke IDR via internet banking  , namun hasilnya selalu  gagal dengan pesan ” Kesalahan Sistem”.
Sebagai Informasi, saat ini saya berada di luar negeri dan sangat membutuhkan untuk transfer ke rekening IDR saya karena saldo di IDR sudah habis dan Tarik tunai menggunakan ATM mandiri hanya bisa di debet dari rekening IDR saja.

Saya telah mengirim komplain ke Bank Mandiri via website sejak satu minggu yang lalu, dan dihandle oleh customer service ( Ticket ID : CBCC/0000442.12/08 ).
Jawaban pertama dari Customer Service tentang komplain saya ini adalah sbb :

“Dapat kami sampaikan bahwa menunjuk Peraturan Bank Indonesia No.10/28/PBI/2008 tanggal 12 November 2008, bahwa transaksi valuta asing terhadap Rupiah melalui e-Banking Mandiri untuk sementara tidak dapat dilakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

Jika kita merujuk ke PBI tersebut diatas, maka yang aneh disini adalah :
1. Bank Mandiri memblok semua transaksi termasuk transaksi pembelian rupiah ( transfer dari rekening USD ke IDR yang ingin saya lakukan ).
2. Bank Mandiri sama sekali tidak menerapkan limit transaksi seperti diatur dalam PBI tsb.

Korespondensi ke Customer Service lebih dari 1 minggu tidak mendapatkan hasil sama sekali, yang ada cuma kalimat standar customer service tanpa ada indikasi mereka ingin memberikan solusi terhadap masalah ini. Padahal, saya sudah dengan jelas memberikan gambaran kondisi saya disini.

Satu surat pembaca yang saya kirim ke salah satu media pun sudah dimuat (http://news.okezone.com/SP/index.php/ReadStory/2008/12/10/220/172389/sama-sekali-tidak-bisa-transfer-dari-mandiri-usd-ke-idr),  tapi tetap tidak ada respon dari Bank Mandiri.

Disini hak saya sebagai nasabah sudah dirampas oleh bank mandiri, yaitu disaat saya sangat membutuhkan untuk mengambil tabungan saya, tidak bisa dilakukan dengan alasan yang sangat tidak masuk akal.

Wahai Bank Mandiri, Kalau memang anda masih peduli konsumen, bersuaralah dan klarifikasi komplain saya ini.
Berikan solusi dan bukti bagi saya dan nasabah-nasabah lainnya untuk masih bisa percaya pada pelayanan anda.

Written by cahbojonegoro

December 15, 2008 at 9:47 am

Posted in Ubuntu

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. —-Update—–
    Setelah hampir 2 minggu, akhirnya solusinya adalah transfer dari USD ke IDR dengan menggunakan Surat Kuasa yang saya kirimkan ke teman saya di Jakarta untuk diserahkan kepada Bank Mandiri Kantor Cabang Rekening USD saya terdaftar.
    Per hari ini, sudah berhasil ditransfer sesuai dengan nominal yang saya inginkan.

    —————————————–
    Berikut ini jawaban dari Customer Service
    —————————————–

    Bapak Heri Cahyono yang terhormat,

    Terima kasih atas email Bapak kepada Bank Mandiri

    Perkenankan kami memberikan informasi bahwa saat ini permasalahan Bapak telah menjadi perhatian penuh kami. Kami sangat menghargai kepercayaan Bapak selama ini sebagai nasabah Bank Mandiri dan atas kesediaan Bapak untuk meluangkan waktu dalam menyampaikan masukan yang sangat berharga untuk perbaikan layanan kami.

    Sehubungan saat ini Bapak sedang berada di luar negeri (Egypt), dapat kami sampaikan alternatif pilihan yang dapat Bapak lakukan agar tetap dapat bertransaksi dengan menggunakan rekening Valas, yakni dengan menggunakan surat kuasa kepada orang kepercayaan Bapak di Indonesia yang ditujukan kepada cabang Bank Mandiri pengelola rekening.

    Dokumen yang dibutuhkan, adalah:

    Buku Tabungan Mandiri dapat dalam bentuk salinan (copy) atau asli apabila ditinggal di Indonesia
    1. Kartu identitas Bapak dalam bentuk salinan yang masih berlaku (KTP, SIM dan Paspor) sebagai pemberi kuasa
    2. Kartu identitas orang kepercayaan Bapak dalam bentuk asli yang masih berlaku (KTP, SIM dan Paspor) sebagai penerima kuasa
    3. Surat kuasa bermaterai Rp6.000,00 yang dapat dibuat sendiri dengan membubuhkan tanda tangan asli dari Bapak dan mencantumkan:
    4.
    · Data diri decara lengkap

    Nama Lengkap:
    * Alamat Lengkap:
    * Nama Gadis Ibu Kandung:
    * No Rekening:
    * No Kartu ATM Mandiri:
    * Nama Cabang Pengelola Rekening:
    * No.Telp Kantor/HP yang dapat dihubungi:
    *
    - Jenis transaksi yang dimaksud,

    - klausul “Segala resiko yang terjadi atas pemberian kuasa ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya pihak pemberi kuasa dan membebaskan Bank Mandiri dari segala tuntutan yang mungkin timbul akibat pemberian kuasa ini dikemudian hari”. Berikut menjelaskan kesediaan pembebanan atas biaya-biaya yang timbul atas transaksi yang dimaksud.

    Sebagai tambahan informasi bahwa

    - Surat kuasa ini hanya berlaku untuk 1 (satu) kali transaksi dengan batas maksimum USD — deleted —

    - Surat kuasa hanya berlaku di Bank Mandiri cabang pengelola rekening Bapak.

    — Text Deleted —

    Demikian kami sampaikan, jika masih terdapat pertanyaan atau saran, Bapak dapat menghubungi kami kembali di alamat email ini atau Call Mandiri (layanan 24 jam) di nomor telepon (021) 5299 7777 atau 14000.

    Atas perhatian dan kerjasama Bapak, kami ucapkan terima kasih.

    Salam hormat,

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

    Customer Care

    Banking Contact Center

    cahbojonegoro

    December 22, 2008 at 4:15 pm

  2. Saya juga mengalami masalah yang persis sama. Saya bekerja di Bangkok. Dan uang saya sama sekali tidak bisa di transfer keluar. Padahal saya sedang ada di dalam emergency keuangan, terutama untuk keluarga di Jakarta.

    Mandiri benar benar incompetent and unreliable. Bila memang system valuta asing mereka belum siap untuk masalah seperti ini, mustinya tidak pernah ditawarkan kepada nasabah, karena nasabah memiliki a set of hope dari service ini.

    Saya sudah berkali kali mengalami masalah dengan account Mandiri dollar saya dan saya rasa melalui masalah masalah yang saya alami, saya sudah bisa melihat kualitas dari Bank Mandiri.

    Sekarang, I dont even bother untuk bertanya kepada customer service bagaimana mereka akan membantu saya. Karena saya tahu apa yang akan mereka sarankan akan sangat merepotkan. Karena system yang di buat, tidak berpihak kepada nasabah.

    Selanjutnya, langkah pertama yang akan saya ambil adalah menutup rekening Mandiri dollar saya.

    Salam,

    T.R.P. Gustav Simanjuntak

    Rico Gustav

    January 24, 2009 at 7:38 am

  3. Sebagai solusi darurat mungkin mas Rico bisa pakai surat kuasa kepada keluarga yang di Jakarta untuk melakukan transfer ke rekening IDR.
    Setelah kejadian ini, Mandiri USD saya freeze, nanti setelah pulang saya tutup.

    cahbojonegoro

    January 24, 2009 at 8:48 am

  4. Iya. Saya akan mencoba solusi tersebut, Mas Cahyo. Saya benar benar kecewa atas masalah ini. Terutama ketika saya tahu bahwa tidak semua bank menerapkan peraturan yang aneh ini.

    Apalagi, saya tidak akan transfer dari account USD ke IDR. Tapi saya sebenarnya transfer dari account USD saya, ke account USD istri saya. Dua duanya account Mandiri dan satu cabang. Aneh, bukan? Tidak melibatkan pertukaran valas, karena sama sama USD, tapi tidak bisa juga. Ini sangat aneh.

    Saya akhirnya dipaksa untuk telphone customer service oleh istri saya, dan yang lebih menyebalkan adalah: dari 4 kali saya telphone customer service, empat empatnya menyebutkan jawaban yang berbeda:

    CS pertama: tampaknya tidak tahu menahu mengenai peraturan tersebut dan mengatakan semestinya transaksi tersebut bisa dilakukan.
    CS kedua:Transaksi tersebut tidak bisa dilakukan karena weekend.
    CS ketiga: transaksi dari USD ke IDR dilarang, tapi USD ke USD bisa.
    CS keempat: semua transaksi USD lewat internet dilarang.

    Beneran deh, kalo saya tidak ingat kalau CS hanyalah pion dari perusahaan, pasti saya sudah maki maki. Karena saya benar benar panik – terutama dengan kondisi finansial yang sangat amat tidak bagus – saya membutuhkan uang dollar saya.

    Anyway, terima kasih sekali, mas Cahyo atas postingnya yang sangat membantu.

    Cheers,

    Rico Gustav

    Rico Gustav

    January 26, 2009 at 5:52 am

  5. percuma pak kita maki-maki CS, nggak akan digubris sama mereka.
    Satu-satunya senjata andalan konsumen kalau mengalami masalah dengan perusahaan besar adalah surat pembaca.
    Begitu saya punya firasat tidak bakalan ada solusi dari customer service, langsung saya tulis surat pembaca di berbagai media ( cetak dan elektronik ).
    Alhamdulillah setelah salah satu dimuat, ada respons.
    setelah problem solved, mereka pun harus disibukkan dengan membersihkan nama perusahaan mereka di Media.
    Saya kirim ke semua media yang saya kenal ( lokal & nasional ).
    ada 2 yang dimuat,dan sudah dapat tanggapan.
    http://heric.web.id/?p=184

    Semoga berhasil pak.

    cahbojonegoro

    January 26, 2009 at 9:01 am

  6. Waduh masalahnya sama Pak, saya tinggal di Saudi dan sempat kebingungan krn tdk bisa transfr dr rkng dolar.
    Saat cuti coba bikin rekening di BCA, masalahnya token belum jadi padahal cuti dah habis, ke Permata Bank layanannya cepat, tapi biaya transfernya duakali lipat. Trus gak bisa transfer RTGS via e banking. Jadinya repot bin repot, ada solusi kah?

    bapaknya aqwa

    February 8, 2009 at 10:02 pm

  7. Solusi saya pada saat perlu dana seperti di komentar yang pertama pak.
    Kemudian untuk selanjutnya penerimaan gaji saya pindah ke Mandiri Rupiah, yang USD freeze sampai pulang nanti baru kita tutup.

    Heri Cahyono

    February 8, 2009 at 10:53 pm


Leave a Reply