CahBojonegoro

Rawe Rawe Rantas, Malang Malang Putung

Antara Musim Dingin, Pemanas Portabel dan Graphics Card

with 2 comments

Sudah hampir dua bulan ini musim dingin menjajah mesir, dari hari ke hari suhu udara semakin dingin dan konon puncaknya nanti dibulan januari bisa sampai dibawah 10 derajad celcius. Saya sendiri tidak pernah mengukur secara langsung berapa suhunya, tapi dari laporan cuaca di desktop ubuntu Intrepid Ibex saya, weather applet rata-rata bilang 13-17 derajad celcius untuk bulan ini.
Bagi saya, makhluk yang dulu habitatnya didaerah tropis, suhu dibawah 20 derajad terasa sangat dingin. Saya ingat dulu pada waktu masih di academy Mega Kuningan, saya paling nggak tahan dapat tempat duduk dbawah AC. Kalaupun lagi apes, Ventilasi AC nya saya puter, diarahkan ke tempat lain :). Padahal itu paling suhunya cuma 20an derajad. Nah, disini ibaratnya setiap saat di kasih AC. Akibatnya kulit kering, bibir pecah2 dan pilek diawal2 musim dingin.

Kalau istri saya bilang, mendingan musim panas daripada musim dingin. iya, secara dia nggak kemana-mana dan pakai AC terus kalau pas musim panas. tapi bener juga sih, “you can hide from summer but nowhere to hide from winter”
Ada yang bilang, kan bisa pakai heater (pemanas portabel) tuh. He..he.., pada awalnya saya juga percaya kalau heater bisa diandalkan untuk mengusir dingin. Benar memang, tapi cuma untuk awal musim dingin saja, semakin ke puncaknya, yang namanya heater 2000W cuma semriwing doang, panasnya dah ilang.

Brrr, kalau berangkat kerja pagi-pagi apalagi kalau habis hujan, dinginnya asli tokcer. Bernafas keluar uap seperti di film Home Alone ( meskipun nggak pake salju ).

Sepertinya efek musim dingin ini tidak hanya dirasakan oleh mereka yang komponen utamanya Flesh & Blood, Istri kedua saya yang terdiri dari kepingan-kepingan semikonduktor juga merasakannya. dia bilang begini.

heric@brightpath:~$ sensors | awk ‘/^Core/’
Core 0: +38.0°C (crit = +85.0°C)
Core 1: +42.0°C (crit = +85.0°C)
heric@brightpath:~$ uptime
10:34:00 up 1:55, 4 users, load average: 0.21, 0.42, 0.43

Ini pada ambient temperatur seperti dibawah ini.

heric@brightpath:~$ weather –id=HECA
Current conditions at Egypt (HECA) 30-08N 031-24E 74M (HECA)
Last updated Dec 25, 2008 – 03:30 AM EST / 2008.12.25 0830 UTC
Temperature: 59 F (15 C)
Relative Humidity: 67%
Wind: from the WSW (240 degrees) at 3 MPH (3 KT)
Sky conditions: partly cloudy

Tidak demikian halnya pada saat musim panas, baru up 1 jam saja, core temperatur pasti sudah diatas 50°C.
Namun ada yang aneh sekaligus menyedihkan bagi saya disini, sesuatu yang saya takut bahwa ini adalah pertanda untuk ganti istri kedua dengan yang baru lagi. yang artinya pula, harus ada approval dan keridhoan dari istri pertama untuk mengeluarkan dana. Halah, Apaan sih 😀

Begini problemnya, sejak tiga hari yang lalu, setelah laptop jalan beberapa jam, tiba-tiba saja displaynya jadi awut2an, kacau, tapi tidak hang. Ini dibuktikan dengan pindah ke Virtual terminal ( non graphical mode ), kemudian pindah lagi ke graphical mode, bisa jalan normal lagi untuk beberapa saat, sebelum problem yang sama terjadi.

Berdasarkan konsultasi via Facebook Chat dengan salah satu “Geek” yang masih kuliah di Academy Mega Kuningan, beliau menyimpulkan kemungkinan graphic card (Chipset VGA) nya OVERHEAT atau berdebu karena sudah dua tahun nggak pernah dibersihkan.

Saya agak skeptis dengan OVERHEAT , in the middle of winter gitu lho. Akhirnya saya coba kemungkinan kedua, yaitu membersihkan Motherboard dan Chipset, Kalau bisa.
Karena tidak bawa Mifaqqun alias Screw Driver untuk laptop dari indonesia, terpaksa beli juga disini. Mahal ternyata, 1 set obeng (Made in China) yang kalau di SOGO jongkok di Indonesia cuma dihargai 5 ribu, disini dibandrol sekitar 50rb.

Sudah beli obeng, coba bongkar laptop, oprak-oprek 1 jam tidak berhasil membuka laptop sampai motherboardnya, cuma bisa sampai lihat memory dan BIOS aja. Akhirnya terpaksa menyerah sebelum saya malah menghancurkan laptop yang masih bisa dipakai ini.

Dan disaat menulis ini, beberapa kali pindah dari graphical mode ke non graphical mode karena problem yang sama.
Apakah ini saatnya untuk beli Mac Unibody 😀

Advertisements

Written by cahbojonegoro

December 25, 2008 at 11:32 am

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bisa di coba dibersihin pake pressured air mas.. Kalau di tempat saya kebetulan ada alatnya. Kalau disana gak ada, coba yang kalengan (canned pressured air).

    FYI, kalau saya boot pakain ubuntu (notebook saya dual boot vista & ubuntu), notebook saya terasa lebih cepat panas. Mungkin coba deh mas cari tool buat manajemen power/vga/cpu voltage yang lebih baik.

    Btw, thx udah mampir di blog saya. Dan artikel virtualisasinya oke juga nih, nanti mungkin kita bisa share lebih banyak.

    Jay

    December 28, 2008 at 5:02 pm

  2. Mas Jay,
    Nanti saya coba cari di supermarket sini kalau ada 🙂
    Btw, kebetulan kemarin ada temen yang mau berangkat kesini, jadi sekalian saya titip laptop baru buat cadangan kalau yang ini bener2 tewas 😀
    jadi sekarang ini sudah pakai Thinkpad T61 dari Indonesia, powerfull dan banyak yang bisa dioprek.
    InsyaAllah sharing2 lagi.
    Makasih juga sudah mampir.

    Heri

    cahbojonegoro

    January 5, 2009 at 3:09 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: