CahBojonegoro

Rawe Rawe Rantas, Malang Malang Putung

Archive for the ‘Ubuntu’ Category

Start XAMPP at boot – Ubuntu way

with 6 comments

I Installed XAMPP inside Ubuntu JeOS in Virtual Box. Using this XAMPP, i create a blog to manage all note & tips my work that can’t be posted in public because of proprietary reason.
This lightweight JeOS is only having Operating System without any Graphical User Interface and i need to start XAMPP service automatically at start up of the VM. So, here i go.

( I installed XAMPP in /opt . Full path of lampp binary is /opt/lampp/lampp )

1. Create an init script in /etc/init.d/

cd /etc/init.d/
sudo vi lampp
copy and paste this lines:
#!/bin/bash
/opt/lampp/lampp start

2. Use update-rc.d to install init scripts to all runlevel.

sudo update-rc.d lampp defaults

In the next restart, XAMPP will automatically started. We can verify using this command.

user@jeos$ ps -ef | grep lampp
root      3842     1  0 20:42 ?        00:00:00 /opt/lampp/bin/httpd -k start -DSSL -DPHP5
root      3869     1  0 20:42 ?        00:00:00 /bin/sh /opt/lampp/bin/mysqld_safe –datadir=/opt/lampp/var/mysql –pid-file=/opt/lampp/var/mysql/jeos.pid
nobody    3903  3842  0 20:42 ?        00:00:00 /opt/lampp/bin/httpd -k start -DSSL -DPHP5
nobody    3923  3869  0 20:42 ?        00:00:01 /opt/lampp/sbin/mysqld –basedir=/opt/lampp –datadir=/opt/lampp/var/mysql –user=nobody –pid-file=/opt/lampp/var/mysql/jeos.pid –skip-external-locking –port=3306 –socket=/opt/lampp/var/mysql/mysql.sock
nobody    3929  3842  0 20:42 ?        00:00:00 /opt/lampp/bin/httpd -k start -DSSL -DPHP5
nobody    3930  3842  0 20:42 ?        00:00:00 /opt/lampp/bin/httpd -k start -DSSL -DPHP5
nobody    3931  3842  0 20:42 ?        00:00:00 /opt/lampp/bin/httpd -k start -DSSL -DPHP5
nobody    3932  3842  0 20:42 ?        00:00:00 /opt/lampp/bin/httpd -k start -DSSL -DPHP5
nobody    3933  3842  0 20:42 ?        00:00:00 /opt/lampp/bin/httpd -k start -DSSL -DPHP5
nobody    3957  3842  0 20:42 ?        00:00:00 /opt/lampp/bin/httpd -k start -DSSL -DPHP5

we can enhanced the startup script to accept argument like start, stop, restart.

Written by cahbojonegoro

January 5, 2009 at 4:02 pm

Posted in Ubuntu, Unix

Antara Musim Dingin, Pemanas Portabel dan Graphics Card

with 2 comments

Sudah hampir dua bulan ini musim dingin menjajah mesir, dari hari ke hari suhu udara semakin dingin dan konon puncaknya nanti dibulan januari bisa sampai dibawah 10 derajad celcius. Saya sendiri tidak pernah mengukur secara langsung berapa suhunya, tapi dari laporan cuaca di desktop ubuntu Intrepid Ibex saya, weather applet rata-rata bilang 13-17 derajad celcius untuk bulan ini.
Bagi saya, makhluk yang dulu habitatnya didaerah tropis, suhu dibawah 20 derajad terasa sangat dingin. Saya ingat dulu pada waktu masih di academy Mega Kuningan, saya paling nggak tahan dapat tempat duduk dbawah AC. Kalaupun lagi apes, Ventilasi AC nya saya puter, diarahkan ke tempat lain :). Padahal itu paling suhunya cuma 20an derajad. Nah, disini ibaratnya setiap saat di kasih AC. Akibatnya kulit kering, bibir pecah2 dan pilek diawal2 musim dingin.

Kalau istri saya bilang, mendingan musim panas daripada musim dingin. iya, secara dia nggak kemana-mana dan pakai AC terus kalau pas musim panas. tapi bener juga sih, “you can hide from summer but nowhere to hide from winter”
Ada yang bilang, kan bisa pakai heater (pemanas portabel) tuh. He..he.., pada awalnya saya juga percaya kalau heater bisa diandalkan untuk mengusir dingin. Benar memang, tapi cuma untuk awal musim dingin saja, semakin ke puncaknya, yang namanya heater 2000W cuma semriwing doang, panasnya dah ilang.

Brrr, kalau berangkat kerja pagi-pagi apalagi kalau habis hujan, dinginnya asli tokcer. Bernafas keluar uap seperti di film Home Alone ( meskipun nggak pake salju ).

Sepertinya efek musim dingin ini tidak hanya dirasakan oleh mereka yang komponen utamanya Flesh & Blood, Istri kedua saya yang terdiri dari kepingan-kepingan semikonduktor juga merasakannya. dia bilang begini.

heric@brightpath:~$ sensors | awk ‘/^Core/’
Core 0: +38.0°C (crit = +85.0°C)
Core 1: +42.0°C (crit = +85.0°C)
heric@brightpath:~$ uptime
10:34:00 up 1:55, 4 users, load average: 0.21, 0.42, 0.43

Ini pada ambient temperatur seperti dibawah ini.

heric@brightpath:~$ weather –id=HECA
Current conditions at Egypt (HECA) 30-08N 031-24E 74M (HECA)
Last updated Dec 25, 2008 – 03:30 AM EST / 2008.12.25 0830 UTC
Temperature: 59 F (15 C)
Relative Humidity: 67%
Wind: from the WSW (240 degrees) at 3 MPH (3 KT)
Sky conditions: partly cloudy

Tidak demikian halnya pada saat musim panas, baru up 1 jam saja, core temperatur pasti sudah diatas 50°C.
Namun ada yang aneh sekaligus menyedihkan bagi saya disini, sesuatu yang saya takut bahwa ini adalah pertanda untuk ganti istri kedua dengan yang baru lagi. yang artinya pula, harus ada approval dan keridhoan dari istri pertama untuk mengeluarkan dana. Halah, Apaan sih 😀

Begini problemnya, sejak tiga hari yang lalu, setelah laptop jalan beberapa jam, tiba-tiba saja displaynya jadi awut2an, kacau, tapi tidak hang. Ini dibuktikan dengan pindah ke Virtual terminal ( non graphical mode ), kemudian pindah lagi ke graphical mode, bisa jalan normal lagi untuk beberapa saat, sebelum problem yang sama terjadi.

Berdasarkan konsultasi via Facebook Chat dengan salah satu “Geek” yang masih kuliah di Academy Mega Kuningan, beliau menyimpulkan kemungkinan graphic card (Chipset VGA) nya OVERHEAT atau berdebu karena sudah dua tahun nggak pernah dibersihkan.

Saya agak skeptis dengan OVERHEAT , in the middle of winter gitu lho. Akhirnya saya coba kemungkinan kedua, yaitu membersihkan Motherboard dan Chipset, Kalau bisa.
Karena tidak bawa Mifaqqun alias Screw Driver untuk laptop dari indonesia, terpaksa beli juga disini. Mahal ternyata, 1 set obeng (Made in China) yang kalau di SOGO jongkok di Indonesia cuma dihargai 5 ribu, disini dibandrol sekitar 50rb.

Sudah beli obeng, coba bongkar laptop, oprak-oprek 1 jam tidak berhasil membuka laptop sampai motherboardnya, cuma bisa sampai lihat memory dan BIOS aja. Akhirnya terpaksa menyerah sebelum saya malah menghancurkan laptop yang masih bisa dipakai ini.

Dan disaat menulis ini, beberapa kali pindah dari graphical mode ke non graphical mode karena problem yang sama.
Apakah ini saatnya untuk beli Mac Unibody 😀

Written by cahbojonegoro

December 25, 2008 at 11:32 am

Accessing VBox Guest OS from Host OS

with 2 comments

This is a reverse method from the previous post.
If in the previous post, we able to access Host OS root directory from Guest OS ( inside Virtual Box), now we are trying the opposite way. Yes, we will access Guest OS root directory from Host OS, using the same tool, ssh.

First, Guest OS should be able to receive ssh. For Linux guest OS, you can install openssh-server.
Then, Guest OS should be able to be receive ssh from outside world or at least from Host OS. In Virtual Box we can use Host Interface Networking or NAT with Port Forwarding.
Since Host Interface Networking is a bit complicated, we will use NAT then enable port forwarding for ssh only.

Here are the steps:

1. Shutdown your VM.
2. Setup ssh port forwarding on host OS.

VBoxManage setextradata GuestOSname “VBoxInternal/Devices/pcnet/0/LUN#0/Config/SSH/HostPort” 2222
VBoxManage setextradata GuestOSname “VBoxInternal/Devices/pcnet/0/LUN#0/Config/SSH/GuestPort” 22
VBoxManage setextradata GuestOSname “VBoxInternal/Devices/pcnet/0/LUN#0/Config/SSH/Protocol” TCP

Note:
– This will setup ssh port forwarding from port 2222 on Host OS to port 22 in Guest OS.
– Network adapter in VM Setting should be set to PCnet , if not there will be error and VM can’t boot.

3. Start Guest OS Virtual Machine.
4. Check that ssh port forwarding is successful. try to ssh from Host OS to Guest OS.

ssh -p 2222 UsernameGuestOS@localhost

5. I guest you already know what is the next step 🙂
Yes, we just need to use sftp from Nautilus.

Go to Places -> Connect to Server
Then Service Type = ssh
Server = localhost
UserName = GuestOS-UserName
Mark Add Bookmark if you want to add it in Nautilus Bookmark.

Then, we already can access our VM root directory from Host OS.
In case you want to remove ssh port forwarding, these are the commands.

VBoxManage setextradata GuestOSname “VBoxInternal/Devices/pcnet/0/LUN#0/Config/SSH/HostPort”
VBoxManage setextradata GuestOSname “VBoxInternal/Devices/pcnet/0/LUN#0/Config/SSH/GuestPort”
VBoxManage setextradata GuestOSname “VBoxInternal/Devices/pcnet/0/LUN#0/Config/SSH/Protocol”

And, to verify whether a certain VM has port forwarding activated or not.

VBoxManage getextradata GuestOSname

OK then, back to work 🙂

Written by cahbojonegoro

December 24, 2008 at 4:47 pm

Posted in Ubuntu

Accessing Linux Host OS from Virtual Box Linux/Unix Guest

with one comment

Usually we use samba to access Linux Host Operating System from Linux/Unix Guest OS in VirtualBox.
But this is another way to get it done with small effort and better result 🙂

In this case, I have OpenSolaris 2008.11 running inside VBox on My Ubuntu Linux Host Operating System.
First, what we need is just install openssh-server.

sudo aptitude install openssh-server

It will then setup openssh-server and generate RSA Key.

Then, in OpenSolaris Inside VBox.
Open Nautilus File Manager.
Ctrl+L to go to address bar, then inside address bar type:

ssh://LinuxUserName@10.0.2.2/

( 10.0.2.2 is IP address of host OS from VirtualBox point of View )

Then, a password dialogue box will appear. Fill the password the the password of that particular LinuxUserName. You can choose remember forever in order not to be prompted to fill the password again.

That’s it, you already have access to root directory of Linux Host Operating System which is means you can access any file in Host OS from the Guest OS.

Using the same way we can access any Linux/Unix OS that have ssh enable from our Linux PC/Laptop. Say, you have tens of Linux/Unix server in your office, so you can access it using this way if you need to copy several file from/to the server. ( no need to ftp file one by one )

open nautilus

ssh://userName@IP-address/

Have Fun !!

Written by cahbojonegoro

December 22, 2008 at 1:59 pm

Posted in Ubuntu, Unix

Viewing Log File “live” – in Linux / Unix

leave a comment »

To get a live view of logfile.

User@Box$ tail -f /path/to/logfile
to quit – Ctrl+C

or

User@Box$ less /path/to/logfile
then : SHIFT+F
to quit – Ctrl+C then q

Maybe somebody have another way , please post it in comment.

Written by cahbojonegoro

December 21, 2008 at 2:51 pm

Posted in Ubuntu, Unix

CPU Temperature Monitor Script

with one comment

Sometimes in the office, i suddenly felt that my laptop is getting slower and slower. I was shocked when i looked at my conky output , that both CPU temperature is more than 80°C.
Immediately shutdown the laptop, Fix the circulation problem for CPU fan & it working normally again.
Then, i need some tool to prevent my CPU from getting burnt because of overheat. The simplest way is creating a shell script to monitor the CPU temperature and if it is exceeding predefined threshold, a shutdown command will be issued immediately.

Later, I came with this simple script.

#!/bin/sh

### Temperature Monitor
### Auto Shutdown if CPU Temperature is over threshold
### heri.cahyono@gmail.com

## Define threshold for CPU Temperature
threshold=80

## Get CPU Temperatur using lm-sensor
t1=`/usr/bin/sensors | nawk ‘/temp1/ {print substr($2,2,2)}’`
t2=`/usr/bin/sensors | nawk ‘/temp2/ {print substr($2,2,2)}’`

if test $t1 -gt $threshold || test $t2 -gt $threshold
then
echo “CPU Temperature is exceeding threshold – Shutting down in 5 sec …….”
sleep 5
shutdown -h now
else
echo “CPU Temperature still on the safe range ”
echo “Core1: $t1°C”
echo “Core2: $t2°C”
fi

The script utilize lm-sensors to detect the CPU temperature.
For Ubuntu/Debian users, it can be installed from repositories.

sudo apt-get install lm-sensors

then, configure lm-sensors to detect available sensors in the computer.

sudo sensors-detect

follow the instructions.

Written by cahbojonegoro

December 15, 2008 at 3:26 pm

Posted in Ubuntu, Unix

Bank Mandiri, Akankah kami masih bisa percaya padamu ?

with 10 comments

Berikut ini surat pembaca yang saya kirimkan ke berbagai media tentang Kekecewaan saya terhadap Bank Mandiri yang dengan sepihak melakukan blokir tanpa pemberitahuan sama sekali kepada Nasabah.

****************************

Bulan November lalu, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan Bank Indonesia NOMOR: 10/ 28 /PBI/2008 tentang Pembelian Valuta Asing Terhadap Rupiah Kepada Bank.
( http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/38C46901-D5AD-43CD-9B84-5EF9C1C7C970/14995/pbi_102808r.pdf )
Sebagaimana dijelaskan dalam pasal 2 PBI tersebut ,  pembelian Valuta Asing terhadap Rupiah per bulan per nasabah dibatasi maksimum sebesar USD 100.000 atau ekivalennya. Pembelian Valuta Asing diatas jumlah tersebut diatas hanya dapat dilakukan dengan underlying. Mengenai dokumen apa saja yang harus disertakan untuk transaksi pembelian diatas USD 100.000 dijelaskan lebih lanjut di pasal 3.

yang ingin saya garis bawahi disini adalah :
1.  PBI ini mengatur tentang “PEMBELIAN valuta asing terhadap rupiah”
2. PBI ini “MEMBATASI” bukan “MELARANG/MEMBLOKIR” pembelian valuta asing terhadap rupiah.

Berikut ini salah satu contoh penerapan PBI tersebut oleh HSBC indonesia.
http://www.hsbc.co.id/1/2/miscellaneous_en_US/fx-regulation
disebutkan dengan jelas disitu bahwa yang dibatasi adalah pembelian Valuta Asing terhadap Rupiah.

Sekali lagi kata kuncinya disini adalah “Pembelian” dan “Valuta Asing Terhadap rupiah” , Bukan sebaliknya.

Kemudian yang saya alami terhadap rekening saya di Bank Mandiri sangat mengecewakan saya. Saya mempunyai dua buah rekening atas nama saya , satu rekening USD dan satu lagi IDR.
Sejak dua minggu yang lalu , saya coba transfer dari rekening USD saya ke IDR via internet banking  , namun hasilnya selalu  gagal dengan pesan ” Kesalahan Sistem”.
Sebagai Informasi, saat ini saya berada di luar negeri dan sangat membutuhkan untuk transfer ke rekening IDR saya karena saldo di IDR sudah habis dan Tarik tunai menggunakan ATM mandiri hanya bisa di debet dari rekening IDR saja.

Saya telah mengirim komplain ke Bank Mandiri via website sejak satu minggu yang lalu, dan dihandle oleh customer service ( Ticket ID : CBCC/0000442.12/08 ).
Jawaban pertama dari Customer Service tentang komplain saya ini adalah sbb :

“Dapat kami sampaikan bahwa menunjuk Peraturan Bank Indonesia No.10/28/PBI/2008 tanggal 12 November 2008, bahwa transaksi valuta asing terhadap Rupiah melalui e-Banking Mandiri untuk sementara tidak dapat dilakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

Jika kita merujuk ke PBI tersebut diatas, maka yang aneh disini adalah :
1. Bank Mandiri memblok semua transaksi termasuk transaksi pembelian rupiah ( transfer dari rekening USD ke IDR yang ingin saya lakukan ).
2. Bank Mandiri sama sekali tidak menerapkan limit transaksi seperti diatur dalam PBI tsb.

Korespondensi ke Customer Service lebih dari 1 minggu tidak mendapatkan hasil sama sekali, yang ada cuma kalimat standar customer service tanpa ada indikasi mereka ingin memberikan solusi terhadap masalah ini. Padahal, saya sudah dengan jelas memberikan gambaran kondisi saya disini.

Satu surat pembaca yang saya kirim ke salah satu media pun sudah dimuat (http://news.okezone.com/SP/index.php/ReadStory/2008/12/10/220/172389/sama-sekali-tidak-bisa-transfer-dari-mandiri-usd-ke-idr),  tapi tetap tidak ada respon dari Bank Mandiri.

Disini hak saya sebagai nasabah sudah dirampas oleh bank mandiri, yaitu disaat saya sangat membutuhkan untuk mengambil tabungan saya, tidak bisa dilakukan dengan alasan yang sangat tidak masuk akal.

Wahai Bank Mandiri, Kalau memang anda masih peduli konsumen, bersuaralah dan klarifikasi komplain saya ini.
Berikan solusi dan bukti bagi saya dan nasabah-nasabah lainnya untuk masih bisa percaya pada pelayanan anda.

Written by cahbojonegoro

December 15, 2008 at 9:47 am

Posted in Ubuntu